YOGYAKARTA – Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Periode 2026–2029 di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi selama tiga tahun ke depan dalam menjawab tantangan perkembangan dunia kepustakawanan.
Ketua PD IPI DIY, Nasrul Wahid, mengatakan bahwa penyusunan program kerja dilakukan berdasarkan hasil penjaringan aspirasi pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan di DIY. Menurutnya, organisasi profesi harus mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan anggota sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
“Perubahan teknologi tidak bisa kita hindari. Justru organisasi profesi harus menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang advokasi agar pustakawan tetap memiliki peran strategis di tengah transformasi digital,” ujarnya.
Dalam Rakerda tersebut, PD IPI DIY mengusung visi “Menguatkan Profesionalisme Pustakawan melalui Transformasi Digital, Kolaborasi, dan Advokasi untuk Mewujudkan Ekosistem Kepustakawanan DIY yang Adaptif, Inovatif, dan Berkelanjutan.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah prioritas program, di antaranya peningkatan kompetensi pustakawan di bidang AI dan literasi digital, penguatan profesionalisme melalui pelatihan dan sertifikasi, advokasi profesi, pengembangan kolaborasi lintas perpustakaan dan organisasi, serta penguatan tata kelola organisasi berbasis data.
Selain membahas program kerja, Rakerda juga menjadi forum untuk menyelaraskan arah kebijakan PD IPI DIY dengan visi Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antarbidang agar program yang disusun dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Melalui Rakerda ini, PD IPI DIY berharap organisasi profesi tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan kompetensi pustakawan, penguatan jejaring kepustakawanan, serta peningkatan kualitas layanan perpustakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
